Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, Tujuh Wilayah Masuk Status Siaga Tsunami

wisata | 02 April 2026 18:49

Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, Tujuh Wilayah Masuk Status Siaga Tsunami
Istimewa: Ilustrasi gempa bumi. (dok Jawapos) 

SURABAYA, PustakaJC.co – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi sekitar pukul 06.48 Wita. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah daerah yang berada di sekitar pusat gempa. Kamis, (2/4/2026). 

 

“Masyarakat diharapkan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, serta memastikan kondisi tempat tinggal aman sebelum kembali masuk guna menghindari risiko runtuhan,” ujar Zulkifli. Demikian dikutip dari Jawapos.com, kamis, (2/4/2026).

 

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya tujuh wilayah masuk dalam kategori siaga hingga waspada terhadap potensi tsunami. Status ini ditetapkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gelombang laut akibat aktivitas seismik tersebut.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyampaikan bahwa wilayah di Maluku Utara yang berstatus siaga meliputi Ternate, Halmahera, dan Tidore. Sementara itu, di Sulawesi Utara, daerah yang masuk status siaga antara lain Kota Bitung, wilayah selatan Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara.

 


Selain wilayah siaga, BMKG juga mencatat beberapa daerah yang berada pada kategori waspada tsunami. Di antaranya adalah Kepulauan Sangihe, bagian utara Minahasa Utara, serta wilayah selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.

 


BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

Gempa tersebut diketahui berpusat di perairan sekitar Bitung dan dirasakan cukup kuat di Manado serta wilayah sekitarnya. Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus memantau perkembangan situasi, termasuk potensi dampak lanjutan yang mungkin terjadi. (frcn)