Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 3,5 Km

wisata | 06 April 2026 05:11

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 3,5 Km
Erupsi Gunung Semeru disertai letusan awan panas dengan jarak luncur 3,5 km pada Minggu (5/4/2026). (dok antarajatim)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Minggu pagi dengan erupsi yang disertai awan panas sejauh 3,5 kilometer dari puncak. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami beberapa kali letusan dalam rentang waktu dini hari hingga pagi, Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan laporan resmi petugas pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 02.02 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau condong ke arah barat. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 29 detik.

Letusan tersebut juga disertai awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer dari pusat erupsi. Selanjutnya, aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 06.55 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak. Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan arah sebaran ke barat daya dan barat.

Hanya berselang tujuh menit, erupsi kembali terjadi pada pukul 07.02 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter. Aktivitas berlanjut pada pukul 07.53 WIB dengan tinggi letusan 800 meter, serta pada pukul 08.50 WIB, meskipun visual letusan tidak teramati akibat tertutup kabut.

Saat ini, status aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Radius aman lainnya yang harus diperhatikan adalah sejauh 5 kilometer dari kawah, mengingat potensi bahaya lontaran material pijar. Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (frcn)