Diketahui, kawasan ini sebelumnya merupakan TPA Keputih yang beroperasi sejak 1970-an dan ditutup pada 2001 seiring berkembangnya permukiman. Lahan tersebut kemudian direvitalisasi melalui penanaman bambu untuk menyerap gas metana, serta pengurukan tanah secara bertahap hingga akhirnya diresmikan sebagai taman kota pada 2019 dan diperbarui pada 2025.
Namun demikian, pengelolaan taman ini memiliki tantangan tersendiri. Kondisi tanah bekas timbunan sampah yang labil membuat perawatan harus dilakukan secara berkala, termasuk perbaikan jalur pedestrian dan penambahan lapisan tanah setiap beberapa tahun.
Taman seluas 8,5 hektare ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB dengan akses gratis. Beragam fasilitas tersedia, mulai dari taman bunga, jalur pejalan kaki, hingga area terbuka untuk aktivitas luar ruang.