Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 11 April 2026: Didominasi Awan, Hujan Berpotensi Disertai Petir

wisata | 11 April 2026 10:50

Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 11 April 2026: Didominasi Awan, Hujan Berpotensi Disertai Petir
Ilustrasi hujan di kawasan pelabuhan. (dok radarjatim)
SURABAYA, PustakaJC.co — Cuaca di Surabaya pada Sabtu (11/4/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga malam hari, dengan potensi hujan yang meningkat secara bertahap, terutama pada siang hingga malam.
 
Suhu udara berada pada kisaran 26 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan tinggi yang mencapai lebih dari 90 persen pada pagi hari. Demikian dilansir dari surabaya.jawapos.com, Sabtu (11/4/2026).
 
Pada pagi hari, sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, hujan ringan hingga hujan petir terisolasi berpotensi terjadi dengan kondisi langit mendung. Suhu udara berkisar antara 26 hingga 29 derajat Celsius.
 
 
Memasuki pukul 09.00 WIB, hujan ringan masih berpotensi terjadi meski intensitasnya cenderung menurun dengan kondisi langit tetap berawan.
 
Menjelang siang hingga awal sore, sekitar pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, cuaca relatif lebih stabil dengan dominasi awan tebal. Namun, suhu terasa cukup panas dengan suhu maksimum mencapai 32 derajat Celsius, dan suhu terasa (heat index) dapat menyentuh 40–41 derajat Celsius.
 
Memasuki sore hari, potensi hujan kembali meningkat. Pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang.
 
 
Kondisi ini berlanjut hingga malam hari. Pada pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, hujan petir diperkirakan menjadi lebih merata dengan curah hujan sekitar 1,0 mm per jam.
 
Pada malam hari hingga menjelang tengah malam, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dengan kondisi langit tetap mendung. Suhu udara perlahan menurun ke kisaran 26–28 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi.
 
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan atau pancaroba. Kondisi atmosfer yang tidak stabil dapat memicu hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam durasi singkat.
 
 
Di sejumlah wilayah Jawa Timur, dampak cuaca ekstrem mulai dirasakan, seperti kejadian tanah longsor di Ponorogo dan Bojonegoro yang menyebabkan akses jalan terputus. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai.
 
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan petir. Selain itu, pengguna jalan diimbau berhati-hati terhadap potensi genangan, jalan licin, serta pohon tumbang akibat angin kencang. (frcn)