Semeru Meletus Sabtu Malam, Awan Panas Meluncur 2,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

wisata | 12 April 2026 18:23

Semeru Meletus Sabtu Malam, Awan Panas Meluncur 2,5 Km ke Arah Besuk Kobokan
Gunung Semeru erupsi disertai guguran awan panas dengan jarak luncur 2,5 km ke arah tenggara atau Besuk Kobokan pada Sabtu (11/4/2026) malam. (dok antarajatim) 
LUMAJANG, PustakaJC.co – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu (11/4/2026) malam, disertai guguran awan panas dengan jarak luncur mencapai 2,5 kilometer ke arah tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan. Minggu, (12/4/2026). 
 
 
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi terjadi pada pukul 20.47 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.500 meter di atas puncak atau mencapai 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut.
 
 
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 241 detik. Letusan juga disertai guguran awan panas sejauh 2.500 meter ke arah Besuk Kobokan,” ujar Sigit dalam 
laporan tertulis. Demikian dikutip dari jatim.antaranews.com
 
 
Meski demikian, jarak luncur awan panas tersebut masih berada dalam zona merah yang tidak boleh dihuni, sehingga tidak mengancam langsung permukiman warga di sekitar lereng gunung.
 
 
Berdasarkan catatan, aktivitas erupsi terjadi sebanyak 11 kali sepanjang Sabtu, dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 600 hingga 1.500 meter di atas puncak. Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.14 WIB, sementara letusan terakhir terjadi pada pukul 20.47 WIB yang disertai awan panas.
 
 
Saat ini, status aktivitas vulkanik Semeru berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
 
 
Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.
 
 
Radius lima kilometer dari kawah juga dinyatakan berbahaya karena berpotensi terjadi lontaran material pijar. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (frcn)