Gedung Grahadi juga memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pada Oktober 1945, gedung ini menjadi lokasi perundingan antara Presiden Soekarno dan pihak Sekutu. Selain itu, pada 9 November 1945, dari gedung ini Gubernur Soerjo menyatakan penolakan terhadap ultimatum Inggris yang kemudian memicu Pertempuran Surabaya.
Saat ini, Gedung Grahadi yang terletak di Jalan Gubernur Suryo menjadi ikon Kota Surabaya sekaligus destinasi wisata sejarah yang telah dibuka untuk masyarakat sejak 1991. Bangunan ini rutin digunakan untuk berbagai kegiatan resmi, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus.
Namun, pada 30 Agustus 2025, Gedung Grahadi sempat mengalami kerusakan akibat aksi unjuk rasa yang berujung pembakaran. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian melakukan pemugaran pada tahun 2026 dengan anggaran mencapai belasan miliar rupiah.
Sebagai bangunan cagar budaya, Gedung Grahadi tidak hanya menjadi simbol pemerintahan, tetapi juga warisan sejarah yang merekam perjalanan panjang Surabaya dari masa kolonial hingga era modern. (frcn)