Salah satu temuan penting di lokasi ini adalah arca kura-kura yang merupakan simbol Dewa Wisnu dalam kisah Samudramanthana. Kisah ini menggambarkan proses “pengadukan lautan” untuk memperoleh air kehidupan, yang dalam konteks Jawa kuno dimaknai sebagai proses penyucian diri.
Dari simbol tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa Candi Kethek berfungsi sebagai tempat peruwatan—ritual untuk membersihkan diri dari dosa atau energi negatif.