SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan strategi khusus untuk menarik lonjakan wisatawan dalam peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Lewat rangkaian event atraktif, mulai Festival Rujak Ulek hingga parade lampu malam, sektor pariwisata dan ekonomi daerah ditargetkan ikut terdongkrak.
Rangkaian HJKS ke-733 diawali dengan gelaran Piala Wali Kota yang tahun ini diperluas skalanya dengan melibatkan 40 cabang olahraga. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 10 April hingga 28 Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (24/4/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan pembukaan rangkaian HJKS tahun ini akan ditandai dengan Festival Rujak Ulek yang dikemas lebih atraktif.
“Konsepnya berbeda dari tahun sebelumnya, dengan penguatan tema melalui konsep sport fashionyang menampilkan kreativitas busana dari berbagai negara dan daerah,” ujarnya, Kamis, (23/4/2026).
Selain itu, daya tarik utama lainnya adalah Surabaya Vaganza yang tahun ini hadir dengan konsep light parade. Parade tersebut akan menampilkan mobil-mobil hias dengan permainan cahaya, menciptakan suasana gemerlap di malam hari.
“Konsep ini lebih kompleks, tidak hanya menggunakan rangkaian bunga, tetapi juga berbasis pencahayaan yang akan membuat kota terlihat lebih hidup,” ungkapnya.
Festival Rujak Ulek dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, di Surabaya Expo Center. Sementara light parade digelar pada 16 Mei 2026 dengan rute dari Jalan Pahlawan menuju Balai Kota hingga kawasan Bambu Runcing, dengan panggung utama di Balai Pemuda.
Kedua agenda tersebut semakin diperkuat dengan masuknya Festival Rujak Ulek dan light paradedalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menyeleksi event daerah secara ketat di tingkat nasional.
“Capaian tersebut menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong tingkat hunian hotel. Dampak ekonominya tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan okupansi hotel,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Surabaya menggandeng hotel dan agen perjalanan dengan menyediakan paket wisata yang mencakup tiket acara dan paket menginap. Langkah ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar kota, terlebih karena sebagian besar rangkaian kegiatan digelar pada akhir pekan.
Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat. Pendaftaran peserta Festival Rujak Ulek telah dibuka secara daring dan diikuti berbagai daerah, seperti Kediri, Sumenep, dan Bangkalan.
“Kegiatan ini ditargetkan melibatkan 140 meja dengan masing-masing empat peserta, belum termasuk peserta sport fashion dan tamu Forkopimda,” imbuhnya.
Selain dua agenda utama tersebut, berbagai kegiatan pendukung juga turut digelar, mulai dari olahraga, bakti sosial bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) termasuk donor darah, hingga program pembebasan pajak.
Pemkot Surabaya berharap rangkaian HJKS ke-733 menjadi momentum bersama yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Warga pun diharapkan dapat menikmati kemeriahan acara, termasuk wisata kuliner khas seperti rujak cingur dalam Festival Rujak Ulek. (ivan)