“Jika dalam masa lima tahun ada kondisi tertentu seperti sakit, satwa bisa ditarik kembali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eri mengungkapkan bahwa proses kerja sama ini telah dirintis sejak satu dekade lalu hingga akhirnya terealisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman pada April 2026.
Selain aspek konservasi, ia optimistis kolaborasi ini juga mampu meningkatkan daya tarik wisata dan edukasi, baik di Surabaya maupun Jepang.
“Peminjaman ini bisa meningkatkan animo masyarakat, karena komodo sudah lama diimpikan hadir di sana,” pungkasnya. (frchn)