Sukses Penangkaran, Populasi Komodo di Kebun Binatang Surabaya Lampaui 50 Ekor

wisata | 01 Mei 2026 21:15

Sukses Penangkaran, Populasi Komodo di Kebun Binatang Surabaya Lampaui 50 Ekor
(dok Pemkot Surabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co — Keberhasilan program pengembangbiakan (breeding) satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali mencuri perhatian. Lembaga konservasi milik daerah ini kini mencatat jumlah komodo telah melampaui 50 ekor, sebuah capaian signifikan dalam upaya pelestarian satwa endemik Indonesia, Jumat (1/5/2026).

“Proses breeding di KBS tidak akan terhenti meskipun ada sepasang komodo yang diberangkatkan ke Jepang,” ujarnya. Demikian dikutip dari surabaya.go.id, Jumat (1/5/2026).

Keberhasilan tersebut bahkan menarik minat kerja sama internasional. Kebun binatang iZoo Shizuoka dilaporkan mengajukan skema peminjaman satwa (breeding loan) sebagai bagian dari kolaborasi konservasi lintas negara.

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, memastikan bahwa peminjaman sepasang komodo ke Jepang tidak akan mengganggu proses breeding yang sedang berjalan.

Menurutnya, jumlah komodo di KBS saat ini sudah berada di angka lebih dari 50 ekor, belum termasuk pasangan yang akan dipinjamkan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah melalui kajian pemerintah pusat, termasuk pengecekan fasilitas di pihak penerima.

“Sudah ada pengaturan suhu dan fasilitas lain yang menyesuaikan dengan habitat asli komodo,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengapresiasi keberhasilan tersebut dan menilai kerja sama ini menjadi bukti bahwa kualitas konservasi di KBS diakui dunia internasional.

“Karena kita berhasil dalam pengembangbiakan komodo, mereka meminta untuk meminjam satwa tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama ini bukanlah pertukaran satwa, melainkan peminjaman dengan pengawasan ketat dari kedua belah pihak demi menjamin kesejahteraan hewan.

“Jika dalam masa lima tahun ada kondisi tertentu seperti sakit, satwa bisa ditarik kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eri mengungkapkan bahwa proses kerja sama ini telah dirintis sejak satu dekade lalu hingga akhirnya terealisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman pada April 2026.

Selain aspek konservasi, ia optimistis kolaborasi ini juga mampu meningkatkan daya tarik wisata dan edukasi, baik di Surabaya maupun Jepang.

“Peminjaman ini bisa meningkatkan animo masyarakat, karena komodo sudah lama diimpikan hadir di sana,” pungkasnya. (frchn)