Pasar Pabean Surabaya, Denyut Perdagangan Ikan dan Rempah sejak Zaman Kolonial

wisata | 08 Mei 2026 21:31

Pasar Pabean Surabaya, Denyut Perdagangan Ikan dan Rempah sejak Zaman Kolonial
SEJARAH PASAR PABEAN SURABAYA – Pasar Pabean telah berdiri sejak abad ke-19 pada masa kolonial Belanda dan berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Kota Pahlawan. Hingga kini, pasar ini dikenal sebagai pasar ikan terbesar di Jawa Timur sekaligus pusat rempah Surabaya yang tetap hidup di tengah modernisasi kota. (dok tribunjatim)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pasar tradisional legendaris di Surabaya ini telah menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak era kolonial Belanda. Berdiri sejak abad ke-19, Pasar Pabean dikenal sebagai pasar ikan terbesar di Jawa Timur sekaligus sentra rempah-rempah yang tetap bertahan di tengah modernisasi kota. Jumat, (8/5/2026).

Nama “Pabean” berasal dari kata bea atau pungutan pajak perdagangan. Lokasinya yang berada dekat jalur pelabuhan membuat pasar ini berkembang pesat sebagai simpul distribusi barang antardaerah hingga luar negeri. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, Jumat, (8/5/2026).

Seiring perjalanan waktu, Pasar Pabean bukan hanya menjadi pusat jual beli ikan segar dan bumbu dapur, tetapi juga ruang interaksi berbagai etnis pedagang yang membentuk sejarah perdagangan Kota Pahlawan.

Hingga kini, suasana khas pasar tradisional dengan aroma rempah, hiruk pikuk pedagang, dan aktivitas transaksi yang berlangsung hampir 24 jam masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

Aktivitas perdagangan di pasar tersebut dinilai menjadi bagian penting dari denyut ekonomi rakyat Surabaya yang terus bertahan di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Pemerintah Kota Surabaya juga menilai Pasar Pabean memiliki nilai heritage yang kuat karena tetap mempertahankan identitas tradisional di tengah perkembangan kota modern.

Selain dikenal sebagai pasar ikan terbesar di Jawa Timur, Pasar Pabean juga menjadi tujuan masyarakat untuk mencari aneka rempah-rempah, bumbu dapur, hingga kebutuhan kuliner khas pesisir.

Keberadaan pasar ini dinilai tidak hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah panjang perdagangan dan budaya Kota Surabaya.

“Pasar Pabean menjadi bukti bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi sekaligus warisan sejarah yang hidup di Surabaya.” (frchn)