Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan lebih dari seribu warga Surabaya yang ikut ambil bagian sebagai figuran dalam proses produksi film tersebut.
“Kehadiran figuran warga Surabaya pun sampai seribu lebih, bahkan didukung banyak kelompok pemuda,” ungkap Lilik.
Selain proses syuting, tim produksi juga menggelar program edukasi perfilman bertajuk Tamasya Cinema yang melibatkan 20 mahasiswa dan 20 siswa SMK di Surabaya.
Produser pelaksana, Bagas Luhur Pribadi, mengatakan program tersebut dirancang agar pelajar dan mahasiswa dapat belajar langsung dari proses produksi film profesional.