Desa Bodag Disulap Jadi Pusat Layanan dan Hiburan, Bahana Bersahaja Hidupkan Lereng Wilis

wisata | 13 Mei 2026 07:21

Desa Bodag Disulap Jadi Pusat Layanan dan Hiburan, Bahana Bersahaja Hidupkan Lereng Wilis
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi, Sekda Sigit Budiarto, serta jajaran Forkopimda melepas peserta jalan santai Bahana Bersahaja di Lapangan Boging, Desa Bodag. (dok jatimpos)

MADIUN, PustakaJC.co — Suasana sejuk lereng Gunung Wilis di Desa Bodag, Kecamatan Kare, mendadak ramai dan penuh aktivitas. Selama dua hari, 12-13 Mei 2026, desa sentra kakao dan durian itu menjadi pusat pelayanan masyarakat sekaligus hiburan rakyat melalui program Bahana Bersahaja 2026.

 

Kegiatan bertajuk Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera tersebut menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun yang menghadirkan pelayanan publik langsung ke desa. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (13/5/2026).

 

Kedatangan Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi disambut meriah warga di Lapangan Boging Desa Bodag, Selasa (12/5/2026). Pertunjukan Reog Singgoro Wilis hingga penampilan paguyuban pencak silat Kecamatan Kare ikut memeriahkan acara.

 

Di hadapan masyarakat, Hari Wuryanto menegaskan Bahana Bersahaja bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk kehadiran pemerintah hingga pelosok desa.

 

“Terima kasih kepada masyarakat Desa Bodag yang sudah menyambut kami dengan luar biasa,” ujar Hari Wuryanto.

 

 

Ia menyebut seluruh jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah turut hadir langsung di Desa Bodag untuk menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat.

 

Beragam layanan publik disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), layanan administrasi kependudukan, perpustakaan keliling, perpanjangan SIM, hingga pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

 

Suasana kebersamaan semakin terasa saat warga memadati Lapangan Boging mengikuti jalan santai dan hiburan rakyat. Pasar murah sembako juga langsung diserbu masyarakat sejak dibuka.

 

Anak-anak, petani, hingga pelaku UMKM tampak berbaur menikmati kemeriahan desa yang biasanya tenang di kawasan kaki Gunung Wilis.

 

 

Desa Bodag sendiri dikenal sebagai salah satu desa produktif di Kabupaten Madiun dengan hasil perkebunan kakao, kopi, cengkeh, petai, dan durian. Keberadaan Rumah Coklat Bodag turut menjadi ikon pengembangan kakao dan promosi produk lokal masyarakat.

 

Memasuki malam hari, kegiatan berlanjut di Rumah Coklat Bodag melalui sarasehan budaya bersama pelawak senior Jawa Timur, Kirun dan timnya.

 

Lawakan khas Mataraman yang dibawakan Kirun berkali-kali memancing tawa warga yang memadati lokasi kegiatan. Acara dikemas santai melalui pertunjukan ketoprak bernuansa budaya lokal.

 

Puncak Bahana Bersahaja berlangsung pada Rabu (13/5/2026) dengan sedikitnya 24 layanan terpadu yang dibuka di Rumah Coklat dan Balai Desa Bodag.

 

 

 

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, BPJS, perpajakan, donor darah, layanan perbankan, hingga perizinan usaha.

 

Selain itu, bazar UMKM juga digelar untuk mempromosikan produk unggulan masyarakat seperti cokelat, kopi, dan hasil pertanian lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hari Wuryanto mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan dan kebersamaan.

 

“Kalau masyarakat bisa rukun dan tenteram, insyaallah kesejahteraan juga akan mengikuti,” katanya.

 

Bahana Bersahaja 2026 mengusung slogan “Bersama Membangun Desa, Mewujudkan Masyarakat Bersih, Sehat, dan Sejahtera” sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik dan pembangunan hingga desa-desa kawasan pegunungan. (ivan)