Taman Safari Prigen Tambah Populasi Harimau Sumatera, Empat Anak Harimau Lahir dari Program Konservasi

wisata | 04 Juni 2026 17:04

Taman Safari Prigen Tambah Populasi Harimau Sumatera, Empat Anak Harimau Lahir dari Program Konservasi
Empat harimau Sumatera berhasil dilahirkan melalui program konservasi yang dijalankan Taman Safari Indonesia II Prigen. (Dok. surya.go.id)

PASURUAN, PustakaJC.co – Upaya konservasi yang dijalankan Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen kembali membuahkan hasil positif. Lembaga konservasi satwa tersebut berhasil menambah populasi Harimau Sumatera melalui kelahiran empat ekor anak harimau dari pasangan indukan Praja dan Dini, Kamis (4/6/2026).

“Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi dunia konservasi. Harimau Sumatera merupakan satwa asli Indonesia yang jumlahnya semakin terbatas dan menghadapi ancaman kepunahan. Karena itu, setiap kelahiran memiliki arti yang sangat penting,” ujarnya.

Demikian dikutip dari surabaya.tribunnews.com, Kamis (4/6/2026).

Dari empat anak harimau yang lahir, tiga berjenis kelamin jantan dan satu berjenis kelamin betina. Kelahiran ini menjadi keberhasilan kedua bagi indukan Dini sekaligus menambah jumlah Harimau Sumatera yang dikelola TSI Prigen menjadi delapan ekor.

Vice President Life Sciences TSI Group, drh. Bongot Huaso Mulia, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari program breeding dan konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kelestarian Harimau Sumatera yang saat ini berstatus Kritis (Critically Endangered) berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Menurut Bongot, keberadaan Harimau Sumatera di Taman Safari Prigen tidak hanya menjadi sarana edukasi dan wisata, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan populasi satwa langka tersebut di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan, tambahan empat individu Harimau Sumatera ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan populasi harimau yang berada dalam pengelolaan lembaga konservasi di Indonesia. Bahkan, kelahiran tersebut menyumbang sekitar lima persen dari total populasi Harimau Sumatera yang dikelola lembaga konservasi di Tanah Air.

“Saat ini ancaman terbesar Harimau Sumatera berasal dari kerusakan habitat, konflik dengan manusia, dan perburuan liar. Karena itu, program konservasi dan breeding menjadi salah satu langkah nyata untuk mencegah kepunahan,” katanya.

Harimau Sumatera merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih dimiliki Indonesia setelah Harimau Jawa dan Harimau Bali dinyatakan punah. Sebagai predator puncak, satwa ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Karena itu, setiap keberhasilan reproduksi di lembaga konservasi menjadi harapan baru bagi keberlangsungan spesies tersebut di masa depan. TSI Prigen pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung pelestarian satwa liar dan habitatnya demi menjaga keseimbangan alam serta keberlanjutan ekosistem Indonesia. (frchn)