Balai Kota Surabaya Pernah Dijuluki Gedung Seribu Gulden, Ini Sejarah di Baliknya

wisata | 04 Juni 2026 19:32

Pembangunan Balai Kota Surabaya baru dimulai pada 1926 dan selesai setahun kemudian. Meski demikian, bangunan yang berdiri saat ini sebenarnya hanya sebagian dari rancangan awal yang jauh lebih besar karena keterbatasan anggaran dan kondisi ekonomi saat itu.

Biaya pembangunan yang mencapai lebih dari 2,5 juta gulden, di luar pembelian lahan, menjadi sorotan banyak pihak. Sejumlah anggota dewan kotapraja menilai dana sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk memperbaiki kawasan permukiman masyarakat bumiputra di Surabaya.

Menurut Nur Setiawan, julukan "Gedung Seribu Gulden" diduga muncul dari perdebatan mengenai anggaran pembangunan yang awalnya direncanakan jauh lebih kecil, namun terus meningkat akibat perubahan desain serta dampak krisis ekonomi Eropa yang turut memengaruhi Hindia Belanda kala itu.

Hingga kini, Balai Kota Surabaya tetap menjadi salah satu bangunan bersejarah yang merekam perjalanan perkembangan Kota Pahlawan dari masa kolonial hingga era modern. (frchn) 

,