SURABAYA, PustakaJC.co – Hamparan langit biru yang terlihat setiap siang hari ternyata bukan warna asli langit. Fenomena alam ini terjadi akibat proses ilmiah yang melibatkan cahaya Matahari dan atmosfer Bumi. Kamis, (4/6/2026).
Cahaya Matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri dari berbagai warna yang membentuk spektrum pelangi, mulai dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Masing-masing warna memiliki panjang gelombang yang berbeda. Demikian dilansir dari radarsurabaya.jawapos.com, (4/6/2026).
Saat cahaya Matahari memasuki atmosfer Bumi, cahaya tersebut berinteraksi dengan molekul gas seperti nitrogen dan oksigen yang tersebar di udara. Dalam proses ini, warna dengan panjang gelombang pendek akan lebih mudah dihamburkan dibandingkan warna yang memiliki panjang gelombang lebih panjang.