PONOROGO, PustakaJC.co– Gelaran Grebeg Suro 2026 terbukti memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Kabupaten Ponorogo. Sejak dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, pada 6 Juni 2026 lalu, berbagai pelaku industri pariwisata mulai bergerak mengoptimalkan potensi ekonomi yang muncul dari agenda budaya tahunan tersebut.
Para pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Industri Pariwisata Ponorogo (IPPO) kini membangun sinergi untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami berhimpun di IPPO untuk membangun sinergi antar pelaku usaha guna menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi,” ujar perwakilan IPPO, Erfan.
Saat ini, IPPO beranggotakan 20 pelaku usaha yang bergerak di bidang biro perjalanan wisata, pengelola destinasi wisata, hotel, rumah makan, kafe, pusat oleh-oleh, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Menurut Erfan, sektor pariwisata Ponorogo memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
“Melalui IPPO akan terbangun jejaring antar pelaku usaha, promosi destinasi yang lebih gencar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” jelasnya.