Bertahan Lebih dari Seabad, Ini Deretan Restoran Legendaris Indonesia yang Jadi Saksi Zaman Kolonial

wisata | 16 Juni 2026 05:25

Bertahan Lebih dari Seabad, Ini Deretan Restoran Legendaris Indonesia yang Jadi Saksi Zaman Kolonial
Dok detikfood

SURABAYA, PustakaJC.co - Di tengah menjamurnya restoran modern dan kafe kekinian, sejumlah tempat makan legendaris di Indonesia tetap berdiri kokoh melintasi pergantian zaman. Bahkan beberapa di antaranya telah beroperasi sejak era kolonial Belanda dan masih mempertahankan cita rasa khas yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Bukan hanya menawarkan sajian kuliner, restoran-restoran tua ini juga menyimpan jejak sejarah panjang yang menjadi bagian dari perjalanan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Bangunan klasik, resep autentik, hingga suasana tempo dulu menjadi daya tarik yang membuatnya tetap dicari hingga sekarang.

 

Bagi pencinta wisata kuliner dan sejarah, mengunjungi restoran legendaris ini ibarat melakukan perjalanan menembus waktu sambil menikmati hidangan yang telah dinikmati lintas generasi.

 

 

Salah satu yang paling tua adalah Warung Tinggi Tek Sun Ho di Jakarta. Kedai kopi legendaris ini berdiri sejak tahun 1878 di kawasan yang dahulu dikenal sebagai Batavia.

 

Didirikan oleh Liaw Tek Soen, tempat ini awalnya menjadi lokasi berkumpul para penikmat kopi pada masa kolonial. Hingga kini, warung tersebut masih eksis dengan berbagai racikan kopi khas yang diwariskan turun-temurun.

 

Menu legendaris seperti kopi jantan dan kopi betina menjadi identitas yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Seiring perkembangan zaman, Warung Tinggi bahkan menawarkan ratusan varian racikan kopi tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya.

 

Tak kalah melegenda adalah Toko Oen, yang pertama kali berdiri pada 1910. Nama Toko Oen sudah lama identik dengan es krim klasik dan suasana kolonial yang masih terjaga.

 

 

Meski pernah memiliki sejumlah cabang di berbagai kota, saat ini Toko Oen yang masih bertahan berada di Malang dan Semarang. Es krim dengan resep warisan keluarga Oen menjadi daya tarik utama yang membuat tempat ini tetap ramai dikunjungi wisatawan.

 

Selain es krim, Toko Oen juga menyajikan aneka hidangan Indonesia dan Eropa yang membawa pengunjung merasakan suasana masa lalu.

 

Sementara itu, di Kota Bandung terdapat Braga Permai, restoran bersejarah yang berdiri sejak 1918. Pada masa kolonial, tempat ini dikenal dengan nama Maison Bogerijen dan menjadi salah satu lokasi favorit kalangan elite Belanda.

 

Berlokasi di kawasan Jalan Braga yang ikonik, bangunan Braga Permai kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Restoran ini terkenal dengan aneka pastry, kue khas Belanda, hingga es krim yang tetap mempertahankan cita rasa klasiknya.

 

 

Keberadaan restoran-restoran berusia lebih dari satu abad tersebut membuktikan bahwa kuliner tidak sekadar soal makanan. Di dalamnya tersimpan sejarah, budaya, dan kisah perjalanan masyarakat yang terus hidup hingga kini.

 

Di tengah perubahan tren kuliner yang berlangsung sangat cepat, tempat-tempat makan legendaris ini berhasil mempertahankan identitasnya dengan tetap menjaga kualitas rasa dan nilai sejarah yang dimiliki.

 

Bagi wisatawan, berkunjung ke restoran tua bukan hanya soal menikmati hidangan lezat, tetapi juga kesempatan untuk merasakan atmosfer masa lampau yang semakin langka ditemukan di era modern. (int)