SURABAYA, PustakaJC.co – Di tengah tekanan ekonomi nasional dan melemahnya daya beli masyarakat, sektor pariwisata di Malang Raya justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Selama masa libur sekolah, tingkat hunian hotel di kawasan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu mengalami peningkatan signifikan, bahkan pada akhir pekan mencapai hampir 90 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan kunjungan wisatawan ke Malang Raya tetap tinggi meski beberapa waktu terakhir masyarakat dihadapkan pada kenaikan suku bunga, fluktuasi harga bahan bakar, hingga antrean pembelian biosolar di sejumlah wilayah Jawa Timur.
"Selama akhir pekan kemarin okupansi hotel mencapai sekitar 80 persen, bahkan mendekati 90 persen. Beberapa hotel juga tercatat penuh," ujar Agoes, Selasa (30/6).
Fenomena tersebut terlihat dari ramainya kendaraan wisatawan berpelat luar daerah yang memasuki kawasan Malang Raya selama musim liburan sekolah.
Tingginya okupansi hotel menunjukkan bahwa Malang Raya masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik. Beragam objek wisata alam, wisata buatan, wisata edukasi, hingga kuliner menjadi daya tarik utama yang mampu menjaga arus kunjungan meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.
Pelaku industri perhotelan menilai momentum libur sekolah menjadi penyelamat sektor pariwisata setelah sebelumnya menghadapi tantangan akibat penurunan daya beli masyarakat.
Selain hotel, peningkatan kunjungan wisatawan juga memberikan dampak positif terhadap sektor usaha lainnya seperti restoran, pusat oleh-oleh, transportasi wisata, pelaku UMKM, hingga destinasi rekreasi di Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.
Meski demikian, pelaku industri berharap tren positif tersebut dapat terus dijaga melalui penyelenggaraan berbagai agenda wisata, festival budaya, serta peningkatan kualitas layanan dan aksesibilitas destinasi.
Pemerintah daerah juga didorong memperkuat promosi wisata terpadu agar kunjungan tidak hanya bergantung pada momentum libur panjang, tetapi mampu berlangsung sepanjang tahun sehingga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, tingginya minat masyarakat berwisata ke Malang Raya menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Timur yang memiliki daya tahan cukup kuat.
(int)