Mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory", pertunjukan kolosal tersebut mengisahkan lahirnya Tanah Lamadjang melalui perpaduan tari, musik tradisional, dan kekayaan budaya khas Lumajang.
Penampilan ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA menjadi simbol regenerasi pelaku seni sekaligus upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Menurut Indah, masuknya Festival Segoro Topeng Kaliwungu dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi peluang besar untuk memperkenalkan budaya Lumajang ke tingkat nasional bahkan internasional.
Pemkab Lumajang berkomitmen terus mengembangkan warisan budaya tak benda melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan seni agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.