SURABAYA, PustakaJC.co – Festival budaya Pasar Kangen Malang Djadoel 3 kembali digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 5 Juli 2026 itu menjadi ruang temu para kolektor benda pusaka, pelaku seni, hingga pecinta barang antik dalam upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif.
Puluhan kolektor dari berbagai daerah memamerkan beragam koleksi bersejarah, mulai keris, uang kuno, peralatan rumah tangga lawas, mesin tik, radio antik, hingga berbagai benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Festival tersebut juga menghadirkan bursa barang antik, pameran benda pusaka, pertunjukan seni tradisional, serta berbagai aktivitas budaya yang terbuka bagi masyarakat.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Pasar Kangen Malang Djadoel diharapkan mampu mengenalkan sejarah kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih menarik dan interaktif.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat koleksi benda bersejarah, tetapi juga berdialog langsung dengan para kolektor mengenai asal-usul, nilai historis, hingga proses perawatan benda-benda pusaka tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bahwa benda-benda lawas bukan sekadar barang koleksi, melainkan bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di sisi lain, penyelenggaraan festival turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kreatif, pedagang barang antik, perajin, serta pelaku UMKM yang terlibat selama kegiatan berlangsung.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap wisata budaya dan sejarah, Pasar Kangen Malang Djadoel diharapkan mampu menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Timur.
Festival budaya tersebut berlangsung hingga 5 Juli 2026 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, dan terbuka untuk masyarakat umum.
(int)