Khofifah Lepas 2.436 Atlet Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Perkuat Jatim sebagai Lumbung Atlet Nasional

wisata | 11 Juli 2026 20:47

Khofifah Lepas 2.436 Atlet Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Perkuat Jatim sebagai Lumbung Atlet Nasional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas start Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7). Kejuaraan yang diikuti 2.436 atlet dari 133 tim berbagai provinsi ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet menuju level nasional dan internasional.

MALANG, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas start Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7). Kejuaraan yang diikuti 2.436 atlet dari 133 tim berbagai provinsi ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet menuju level nasional dan internasional.

Pelepasan ditandai dengan penembakan electronic starting gun oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Malang Sanusi dan Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan medali kepada para juara. Pada kategori putri, medali emas diraih Yasmin dari Jawa Timur, perak Disna dari Jawa Tengah, dan perunggu Dinda dari Jawa Barat. Sementara kategori putra, emas diraih Ataya dari Jawa Tengah, perak Vasa dari Jawa Timur, dan perunggu Viara dari Jawa Tengah.

Khofifah mengatakan setiap prestasi yang diraih atlet merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah.

"Prestasi tidak lahir di garis finis, tetapi dibangun melalui proses panjang yang penuh disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah," ujar Khofifah.

Menurutnya, kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga wahana membangun karakter, menguji sportivitas, mengevaluasi hasil pembinaan, sekaligus menemukan talenta-talenta baru.

"Melalui kompetisi seperti inilah kita dapat menemukan talenta baru, mengukur hasil pembinaan, sekaligus mempersiapkan atlet untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat ekosistem olahraga prestasi melalui pembinaan atlet, pelatihan berkelanjutan, dan penyediaan fasilitas olahraga yang memadai.

Komitmen tersebut telah membuahkan hasil. Pada PON XXI Tahun 2024, cabang olahraga sepatu roda Jawa Timur berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perak.

Ia optimistis pembinaan yang konsisten akan semakin mengukuhkan Jawa Timur sebagai lumbung atlet nasional yang mampu melahirkan juara-juara untuk Indonesia.

"Dengan kompetisi dan pembinaan yang konsisten, saya optimistis Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai lumbung atlet nasional yang mampu melahirkan juara-juara untuk Indonesia," tegasnya.

Khofifah juga mengaitkan olahraga dengan pembentukan karakter generasi muda, terlebih Juli merupakan Bulan Peringatan Hari Anti Narkoba.

"Alhamdulillah selama Puslatda di Jawa Timur tidak ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. Olahraga mampu menggerakkan sportivitas, membangun energi positif, sekaligus membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang atas penyelenggaraan Kejurnas yang disebut sebagai salah satu event sepatu roda terbesar di Indonesia.

Menurut Velix, kejuaraan yang diikuti lebih dari 2.400 atlet dari berbagai provinsi tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memperkuat pembinaan olahraga sepatu roda nasional.

Ia menilai Jawa Timur memiliki seluruh modal untuk menjadi pusat pembinaan atlet nasional, mulai dari fasilitas olahraga yang memadai, pembinaan yang berkelanjutan, hingga kompetisi yang rutin digelar.

"Jawa Timur memiliki semua modal untuk menjadi lumbung atlet nasional. Fasilitasnya memadai, pembinaannya berjalan baik, kompetisinya rutin, dan prestasinya terus konsisten," pungkasnya.(pstk01)