2. Dwarapala Raos Pacinan Pasuruan
Di Kabupaten Pasuruan terdapat Dwarapala Raos Pacinan yang berada di Desa Carat, Kecamatan Gempol.
Di kawasan tersebut ditemukan sepasang Dwarapala berukuran sekitar 2 meter. Keduanya berada di depan teras berundak yang kini hanya tersisa sebagian.
Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah peninggalan lain berupa pecahan batu bata, gerabah, dan keramik.
Dwarapala Raos Pacinan menjadi salah satu contoh gaya seni Singhasari awal. Kedua arca digambarkan dalam posisi duduk bersimpuh dengan kondisi yang telah cukup aus.
Meski demikian, karakter sebagai arca penjaga masih terlihat jelas. Salah satu arca diketahui membawa atribut berupa tali jerat, sedangkan pasangannya memiliki posisi tangan yang berbeda.
Lokasi situs ini juga menarik karena nama Desa Carat dikaitkan dengan Rabut Carat, sebuah tempat suci yang disebut dalam konteks masa Singhasari hingga Majapahit.
3. Dwarapala Singosari Malang
Dwarapala Singosari menjadi salah satu arca penjaga yang paling dikenal di Jawa Timur. Arca tersebut berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Terdapat sepasang Dwarapala berukuran raksasa dengan tinggi sekitar 3 meter. Keduanya dibuat dari batu andesit putih dan berada di sebelah barat gugusan percandian Singosari.
Karakter wajah Dwarapala Singosari tampak garang. Mata berukuran besar, gigi dan taring terlihat saat sosoknya menyeringai.
Arca tersebut juga dilengkapi berbagai hiasan dan atribut, termasuk gada. Detail busananya menjadi salah satu keunikan Dwarapala Singosari.
Penelitian mengenai Dwarapala raksasa di Jawa Timur menyebut arca Singosari memiliki gaya busana yang paling lengkap di antara objek yang dikaji.
Hiasannya meliputi ikat kepala, hiasan telinga, kalung, tali kasta, kelat bahu, gelang, kain, gelang kaki, hingga gada.