Penanda Perkembangan Seni dan Budaya
Keberadaan Dwarapala di berbagai daerah Jawa Timur tidak hanya menunjukkan keberadaan arca berukuran besar pada masa lampau.
Arca-arca tersebut juga menjadi sumber penting untuk memahami perkembangan seni, keagamaan, serta kebudayaan masyarakat Jawa pada masa Hindu-Buddha.
Kajian terhadap empat Dwarapala raksasa menunjukkan adanya persamaan sekaligus perbedaan dalam bentuk tubuh, busana, atribut, dan gaya ukiran.
Perbedaan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan seni dari masa Kadiri, Singhasari hingga Majapahit.
Dwarapala Totok Kerot mewakili gaya Kadiri. Dwarapala Raos Pacinan menunjukkan gaya Singhasari awal, Dwarapala Singosari mewakili gaya Singhasari, sedangkan Dwarapala Candi Penataran menunjukkan karakter seni masa Majapahit.
Dengan demikian, Dwarapala tidak hanya dapat dipandang sebagai patung raksasa di kawasan situs kuno. Arca tersebut menyimpan informasi mengenai cara masyarakat masa lalu memaknai ruang sakral, perlindungan, kekuatan, serta perkembangan seni pada setiap zamannya. (ivan)