PROBOLINGGO, PustakaJC.co – Akses wisata Gunung Bromo masih ditutup sementara setelah kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pembukaan kembali akan dilakukan setelah kawasan dinyatakan benar-benar aman dari titik api dan asap, Minggu, (16/8/2026).
Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan keselamatan wisatawan menjadi pertimbangan utama sebelum akses wisata kembali dibuka. Dilansir dari suarasurabaya.net, Senin, (17/8/2026).
Menurut Wahyu, pembukaan kawasan harus didasarkan pada hasil pemantauan dan kajian kondisi di lapangan. Petugas memastikan tidak ada lagi titik api maupun asap di kawasan yang terdampak kebakaran.
“Kami berharap pariwisata segera berjalan kembali, tetapi tentunya setelah dilakukan kajian dan dipastikan wilayah tersebut benar-benar aman,” kata Wahyu melalui keterangan pers, Minggu, (16/8/2026).
Wahyu yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 083/Baladhika Jaya menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru menyatakan kawasan aman ketika masih terdapat potensi kebakaran.
“Prinsip kami adalah keselamatan dan kredibilitas pemerintah. Jangan sampai kita menyatakan aman, kemudian muncul titik api kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru dari satuan tugas penanganan karhutla.
Hasil rekomendasi keamanan nantinya menjadi bahan bagi TNBTS untuk melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan sarana dan prasarana wisata sebelum kawasan kembali menerima pengunjung.
Rudijanta mengatakan pengumuman pembukaan kawasan akan disampaikan setelah mendapatkan rekomendasi dan keputusan dari pihak terkait.
Penutupan kawasan akibat karhutla berdampak pada ribuan wisatawan yang sebelumnya telah membeli tiket kunjungan.
TNBTS mencatat lebih dari 3.000 wisatawan dijadwalkan berkunjung ke Bromo pada 9-15 Agustus 2026. Namun, seluruh akses wisata dari Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang ditutup akibat kebakaran.
Wisatawan terdampak diberikan pilihan untuk menjadwalkan ulang kunjungan atau mengajukan pengembalian biaya tiket.
Pada periode 9-15 Agustus 2026, sebanyak 2.056 wisatawan mengajukan refund. Rinciannya, 1.944 wisatawan nusantara dan 112 wisatawan asing.
Selain itu, sebanyak 32 wisatawan nusantara memilih menjadwalkan ulang kunjungan ke Gunung Bromo.
Petugas masih melakukan pemantauan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman untuk kembali dibuka bagi wisatawan. (ivan)