Menurut Zain, semakin intensif gelaran budaya diadakan, semakin terbuka lebar ruang pasar bagi para pelaku usaha kecil. Perputaran uang yang terjadi selama festival dinilai menciptakan multiplier effect(efek berantai) yang langsung dirasakan oleh warga.
Dukungan senada disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia menegaskan bahwa festival kebudayaan seperti Tongtong dirancang untuk membawa dampak yang lebih luas ketimbang sekadar pertunjukan seni.
"Festival Tongtong bukan hanya tentang seni dan budaya. Di dalamnya ada perputaran ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memasarkan produk dan bertemu langsung dengan konsumen," kata Achmad Fauzi.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk terus mengintegrasikan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif pada setiap acara daerah, sehingga pelestarian tradisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. (ivan)