Tim personel gabungan dari BPBD Jatim dan BPBD Mojokerto langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Gatot membeberkan, faktor suhu panas pada musim kemarau menjadi memicu cepatnya perambatan api. Selain itu, petugas di lapangan sempat menghadapi kendala medan karena posisi titik api berada di area yang cukup sulit dijangkau. Meski begitu, proses pemadaman dapat dirampungkan tanpa perlu mengoperasikan helikopter water bombing.
"Beruntungnya, api tidak sampai merambat ke pemukiman dan perkebunan warga," tambahnya.
Selain di Tahura Raden Soerjo, kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi di lereng Gunung Wilis pada Selasa (6/10/2026) sore sekitar pukul 17.20 WIB. Kebakaran melahap area di Petak 26 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gedang Klutuk, Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Luas area hutan yang terbakar di lereng Gunung Wilis diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Saat ini, kepulan asap maupun titik api di lokasi tersebut sudah tidak lagi terlihat. (ivan)
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti memicu kebakaran di kedua lokasi tersebut. (ivan)