Jurnal Kemenag Tembus Scopus, Bukti Literasi Keagamaan RI Diakui Dunia

bumi pesantren | 21 Juni 2025 08:09

Jurnal Kemenag Tembus Scopus, Bukti Literasi Keagamaan RI Diakui Dunia
Ilustrasi Jurnal Lektur Keagamaan Kini Terindeks Scopus. (dok nuonline)

JAKARTA, PustakaJC.co – Jurnal Lektur Keagamaan (JLKa), publikasi ilmiah yang dikelola Kementerian Agama RI sejak 2003, resmi masuk indeks Scopus per 17 Juli 2025. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah literasi dan publikasi ilmiah keagamaan di Indonesia.

 

Editor in Chief JLKa, Mulyawan Safwandy Nugraha, menyampaikan bahwa masuknya JLKa ke Scopus merupakan pencapaian besar dalam pengakuan kualitas ilmiah jurnal keagamaan Indonesia di tingkat global. Dilansir dari nu.or.id, Sabtu, (21/6/2025).

 

“Ini bukan hanya pengakuan terhadap jurnal kami, tapi juga terhadap karya-karya akademik keagamaan Indonesia yang berkualitas dan relevan secara global,” ujarnya.

Scopus sendiri dikenal sebagai salah satu basis data ilmiah paling bereputasi di dunia, yang menjadi rujukan penting bagi akademisi dan peneliti global dalam berbagai bidang.

 

Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan Kemenag, Sidik Sisdiyanto, menyebut ini sebagai prestasi membanggakan.

 

“Jurnal Lektur Keagamaan kini telah terindeks Scopus, ini sejarah penting bagi pengelolaan publikasi ilmiah di lingkungan Kemenag dan Indonesia pada umumnya,” kata Sidik Sisdiyanto dalam pernyataan resmi, Jumat, (20/6/2025).

JLKa menjadi jurnal pertama di bawah Kementerian Agama yang berhasil masuk Scopus, menunjukkan peningkatan kualitas dan standar pengelolaan jurnal ilmiah di lembaga pemerintah.

 

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim redaksi, para penulis, mitra bestari, dan seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan JLKa selama ini. Ini juga tak lepas dari bimbingan dan strategi Sekretariat Jenderal Kemenag,” tambah Sidik.

 

Ketua Tim Pengelola Jurnal, Priwahyudi, menekankan bahwa indeksasi ini bukan titik akhir, tapi awal untuk memperkuat kualitas publikasi ke depan.

“Kami siap menjaga mutu dan kontinuitas jurnal, serta memperluas kontribusi ilmiah keagamaan yang inklusif dan berdampak luas,” tutur Ketua Tim Pengelola Jurnal ini.

 

Dengan capaian ini, Kementerian Agama membuktikan komitmennya dalam mendorong literasi keagamaan yang moderatif, inklusif, dan ilmiah. JLKa menjadi inspirasi bagi jurnal-jurnal lain di Indonesia untuk terus berkontribusi di panggung akademik internasional. (ivan)