Ia menyoroti pentingnya dimensi sosial dari hijrah, termasuk dalam menjaga keadilan dan menjauhi praktik korupsi.
“Saya mengutip dari Muhammad Asad dalam The Message of the Qur’an, ia menerjemahkan laa tufsidu fil ardi dengan terjemahan ‘jangan berbuat korupsi di muka bumi’,” pungkas Mu’ti.
Peringatan 1 Muharam 1447 H yang digelar Kementerian Agama mengusung tema Peaceful Muharam 1447 H. Acara ini dihadiri para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, tokoh ormas Islam, pejabat Kemenag, dan masyarakat umum.
Semangat hijrah menjadi ajakan universal untuk memperkuat bangsa melalui perubahan yang damai, bermakna, dan berkelanjutan. Dari perubahan pribadi menuju kemajuan kolektif, hijrah adalah jalan menuju Indonesia yang lebih bermartabat. (ivan)