Ajang bertema “Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian” ini diikuti peserta dari 34 provinsi Indonesia dan 10 negara Asia Tenggara, menjadikannya panggung global bagi tradisi keilmuan pesantren. Menag menegaskan, MQK bukan sekadar kompetisi keagamaan, tetapi juga agenda nasional untuk melahirkan ulama muda yang menawarkan Islam moderat sebagai solusi dunia.
Bupati Wajo Andi Rosman menyebut penyelenggaraan MQK berdampak positif pada ekonomi lokal.
“Acara ini membawa keberkahan dan menggerakkan sektor UMKM, dari kuliner tradisional hingga industri sutera khas Wajo yang laku keras selama acara,” ujarnya.