Menanggapi hal itu, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus atau Buya Kafa menyatakan telah memaafkan pihak terkait, meski menilai tayangan itu mendiskreditkan pesantren. Ia menegaskan, pendidikan di pesantren tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan adab dan akhlak.
“Santri menghormati kiai dan guru karena diajarkan adab dan akhlak. Itu bukan feodalisme, tapi wujud rasa hormat dan terima kasih kepada guru yang telah menularkan ilmu,” tegas Buya Kafa.
Buya Kafa juga mengapresiasi aksi damai para alumni yang menyampaikan aspirasi di Kantor KPID Jatim.
“Alhamdulillah, mereka menyampaikan pendapat dengan santun dan damai. Ini bukti pendidikan akhlak di pesantren berjalan baik,”
ujarnya.