KEDIRI, PustakaJC.co – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Rabu malam, (15/10/2025). Kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap dunia penyiaran, menyusul aduan publik terkait tayangan Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai menyinggung dunia pesantren.
Kehadiran tujuh komisioner KPID Jatim disambut langsung oleh salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, bersama sejumlah pengurus dan alumni. Ketua KPID Jatim Royin Fauziana menegaskan, kunjungan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab lembaganya dalam mengawasi isi siaran lembaga penyiaran. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (17/10/2025).
“Kami menyesalkan tayangan tersebut karena berpotensi melanggar aturan penyiaran. Kunjungan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral KPID Jatim dalam menjaga marwah penyiaran yang sehat dan beretika,” ujar Royin.
Menanggapi hal itu, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus atau Buya Kafa menyatakan telah memaafkan pihak terkait, meski menilai tayangan itu mendiskreditkan pesantren. Ia menegaskan, pendidikan di pesantren tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan adab dan akhlak.
“Santri menghormati kiai dan guru karena diajarkan adab dan akhlak. Itu bukan feodalisme, tapi wujud rasa hormat dan terima kasih kepada guru yang telah menularkan ilmu,” tegas Buya Kafa.
Buya Kafa juga mengapresiasi aksi damai para alumni yang menyampaikan aspirasi di Kantor KPID Jatim.
“Alhamdulillah, mereka menyampaikan pendapat dengan santun dan damai. Ini bukti pendidikan akhlak di pesantren berjalan baik,”
ujarnya.
Sementara itu, Rosnindar Prio Eko Rahardjo, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jatim, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pihak Lirboyo. Ia menambahkan, pasca pertemuan tersebut, akan digelar kegiatan lanjutan berupa sosialisasi dan penguatan literasi penyiaran bagi para santri.
“Beberapa waktu lalu kami sudah bekerja sama dengan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo. Ke depan, KPID Jatim akan terus memperluas program literasi penyiaran di lingkungan pesantren,” pungkasnya. (ivan)