Di Apel Akbar Hari Santri, Ketum PBNU Paparkan Pancasila Santri Serta Aplikasinya dalam Kehidupan Sehari-hari

bumi pesantren | 22 Oktober 2025 10:37

 

Gus Yahya juga mengulas sejarah peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengingatkan kembali bahwa setelah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari memfatwakan jihad melawan agresi sekutu yang membonceng NICA, para ulama dan kiai membentuk barisan perjuangan bernama Kiai Mujahidin. 

 

Ia mnegaskan, di bawah kepemimpinan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah dan didukung oleh para tokoh seperti KH Abbas dari Buntet Cirebon, KH Abdul Halim dari Majalengka, KH Hasan Gipo, serta komando elit yang dipimpin KH Abdul Kholiq Hasyim, pasukan santri bergerak dari seluruh penjuru tanah air ke Surabaya. 

 

"Presiden Prabowo Subianto pada satu kesempatan mengatakan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan di Jakarta, dan ujiannya yang pertama di Surabaya,” jelasnya.  

 

Ujian itu, menurut Gus Yahya, dijawab oleh para santri Nahdlatul Ulama, yang telah membuktikan diri sebagai pilar utama berdirinya bangsa ini. Ia menegaskan bahwa santri NU akan terus siap sedia mengorbankan apapun demi kemaslahatan dan kemuliaan Indonesia.