Jejak Santri Warnai Lahirnya Sumpah Pemuda 1928

bumi pesantren | 29 Oktober 2025 18:18

 

Jejak santri juga tampak dalam gagasan nasionalisme religius yang diperjuangkan KH Agus Salim. Ia menegaskan bahwa nasionalisme sejati tidak dapat dipisahkan dari moralitas agama. Pandangan ini berpadu dengan ajaran KH Hasyim Asy‘ari melalui pesan hubbul wathan minal iman—cinta tanah air sebagai bagian dari iman—yang menjadi fondasi spiritual bagi nasionalisme Indonesia.

 

Dari sinilah lahir nasionalisme yang beradab, yang menempatkan nilai moral sebagai dasar persatuan dan kemanusiaan.

 

Kini, hampir seabad setelah Sumpah Pemuda, semangat itu kembali diuji di tengah fragmentasi sosial dan derasnya arus digital. Tantangan kebangsaan bergeser dari kolonialisme ke digitalisme—penjajahan algoritmik yang mengancam persatuan identitas bangsa.