Kemenag Temukan 80 Pesantren Rawan Bangunan, Susun Aturan Baru untuk Keselamatan Santri

bumi pesantren | 30 Oktober 2025 19:17

Kemenag Temukan 80 Pesantren Rawan Bangunan, Susun Aturan Baru untuk Keselamatan Santri
Menag Nasaruddin Umar (berpeci). (dok kemenag)

 

JAKARTA, PustakaJC.co - Kementerian Agama (Kemenag) menemukan sekitar 80 pesantren di Indonesia yang memerlukan perhatian khusus karena kondisi struktur bangunannya dinilai rawan.

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, hasil survei bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan ada sejumlah pesantren yang berpotensi membahayakan penghuni jika tidak segera dilakukan perbaikan. Dilansir dari kemenag.go.id, Kamis, (30/10/2025).

 

“Kami sudah melakukan survei dan menemukan sekitar 80 pesantren yang perlu perhatian khusus karena struktur bangunannya,” ujar Menag setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, (30/10/2025).

 

 

 

Ia menegaskan, pemerintah akan terus hadir memastikan keselamatan para santri dan pengasuh di lingkungan pesantren. Saat ini, Kemenag juga tengah menyusun peraturan baru tentang pendirian dan pembukaan pondok pesantren dengan standar keamanan yang lebih rinci dan ketat.

 

“Bukan untuk membatasi, tapi untuk menjamin keselamatan dan keamanan di pesantren,” tegas Nasaruddin.

 

Terkait ambruknya atap asrama putri di Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani, Situbondo, Kemenag langsung menurunkan tim ke lokasi untuk memberikan bantuan dan arahan.

 

 

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menyatakan, pihaknya telah menugaskan Direktur Pesantren Basnang Said menyalurkan bantuan Rp200 juta kepada pihak pesantren.

 

“Kami turut berduka atas musibah ini. Bantuan Rp200 juta akan diserahkan langsung oleh Direktur Pesantren,” jelas Amien.

 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag untuk memperkuat standar keamanan dan keselamatan bangunan pesantren, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (ivan)