Ia menegaskan, transformasi ekonomi nasional tidak dapat dijalankan dengan pola kerja biasa. Diperlukan terobosan yang ditopang oleh kualitas manusia, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan sumber daya secara efektif. Dalam konteks tersebut, pesantren dinilai memiliki keunggulan karena mengintegrasikan pendidikan karakter, etika, dan keilmuan.
Wahyu juga menyoroti bahwa pembangunan SDM tidak semata mengejar aspek ekonomi dan teknologi. Nilai-nilai agama yang diajarkan di pesantren menjadi fondasi penting agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan berimbang antara kemajuan dan moral.
“Agama, termasuk pendidikan pesantren, berperan membentuk karakter dan etika. Ini penting agar kemajuan ekonomi tidak kehilangan arah,” katanya.