Buku ini mengajak pembaca menyusuri berbagai cerita khas dunia pesantren, mulai dari antre kamar mandi, rindu rumah, kenakalan santri, persahabatan, ro’an, ngaji, hingga khidmah. Sejumlah dawuh dan nasihat Romo Kiai Masbuhin Faqih juga dihadirkan sebagai bagian penting dari perjalanan spiritual para santri.
Tak hanya merekam masa mondok, buku ini juga menuturkan perjalanan para alumni setelah kembali ke tengah masyarakat. Kisah jatuh bangun kehidupan, perjuangan, hingga kebangkitan ditampilkan sebagai potret bagaimana nilai-nilai pesantren tetap hidup dalam berbagai profesi dan peran sosial.
“Buku ini menunjukkan bahwa ukhuwah ma’hadiyah tetap terjaga meski para santri telah menempuh jalan hidup masing-masing,” tambah Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Alumni Mambaus Sholihin ini.
Dengan bahasa yang ringan dan bertutur, Sisik Melik Santri Suci menjadi cermin proses pembentukan karakter santri sekaligus arsip kenangan yang menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik. (ivan)