PASURUAN, PustakaJC.co – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Idris Hamid menilai filosofi hidup para petani sangat relevan untuk dijadikan teladan umat Islam dalam menata kehidupan, khususnya dalam memperkuat iman dan memperbanyak amal kebaikan.
Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan tersebut saat mengisi pengajian Ngaji Ihya Ulumuddin di lingkungan pesantren setempat, Minggu, (18/1/2026), sebagaimana dikutip NU Online Jatim.
Dalam penjelasannya, KH Idris Hamid mengibaratkan kehidupan manusia seperti ladang pertanian. Hati dianalogikan sebagai tanah, iman sebagai benih, sedangkan amal merupakan proses merawat tanaman hingga masa panen tiba. Dilansir dari nuonline.co.id, Minggu, (18/1/2026).
“Hati ini seperti tanah, iman seperti biji-bijian. Jika benihnya baik, maka hasilnya juga baik. Namun jika benihnya buruk, panennya pun tidak akan baik,” tutur KH Idris Hamid.