BONE, PustakaJC.co - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan kemandirian pesantren melalui peluncuran Kampung Keren (Kemandirian Pesantren) dan Gerakan Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu, (7/1/2026).
Dua program tersebut merupakan bagian dari strategi Kementerian Agama dalam memperkuat peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi dan lingkungan. Dilansir dari kemenag.go.id, Kamis, (8/1/2026).
Peluncuran Gerakan Eco-Pesantren ditandai dengan simbolisasi penanaman pohon di lingkungan pesantren. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan budaya ramah lingkungan melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan santri.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat budaya keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan di lingkungan pesantren,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Bersamaan dengan itu, Menag juga meresmikan Kampung Keren, sebuah kawasan pemberdayaan ekonomi pesantren yang dirancang untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan berbasis komunitas. Di kawasan ini dikembangkan sejumlah unit usaha produktif, seperti budidaya ikan air tawar menggunakan sistem bioflok, pemanfaatan waduk buatan untuk empang dan irigasi, serta pengembangan sektor agribisnis.
Program Kampung Keren di Pesantren Al-Ikhlas Ujung diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang terpadu, mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan kemandirian finansial. Melalui program ini, pesantren didorong untuk berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang kewirausahaan bagi para santri.
Peluncuran Kampung Keren dan Eco-Pesantren tersebut sekaligus memperkuat posisi Pesantren Al-Ikhlas Ujung sebagai salah satu pesantren rujukan Kementerian Agama dalam pengembangan inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan berbasis komunitas. Program ini menjadi wujud komitmen Kemenag RI dalam membangun pesantren yang mandiri, berdaya saing, dan responsif terhadap tantangan serta kebutuhan zaman. (ivan)