Perhitungan tersebut dilakukan di markaz Jakarta, tepatnya di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, menggunakan metode hisab falak tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
LF PBNU juga mencatat, ketinggian hilal terendah berada di Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi 5 derajat 16 menit dan elongasi 6 derajat 59 menit. Sementara ketinggian tertinggi berada di Bengkulu, mencapai 6 derajat 12 menit dengan elongasi 8 derajat 02 menit.
Data tersebut menunjukkan hilal telah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah, sehingga pelaksanaan rukyatul hilal dinilai memungkinkan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. (ivan)