Ia menambahkan, semangat yang dirintis Mbah Wahab harus dirumuskan kembali agar tetap relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah berbagai arus pemikiran modern seperti tekstualisme, liberalisme, rasionalisme, maupun radikalisme.
Kiai Ma’ruf juga mengapresiasi buku tentang KH Wahab Chasbullah yang ditulis Kiai Mun’im DZ. Ia menilai buku tersebut mampu menghidupkan kembali gagasan besar Mbah Wahab bagi generasi Nahdliyin masa kini.
“Ini buku yang luar biasa dan sangat menginspirasi kita semua untuk melahirkan kembali Wahab Chasbullah abad kedua NU,” katanya.