Menurut Mustasyar PBNU itu, tanda amal yang tidak ikhlas adalah adanya kepentingan tertentu di balik ibadah. Sebaliknya, orang yang ikhlas beribadah semata-mata karena dirinya adalah hamba Allah dan sadar bahwa menyembah adalah kewajiban.
Gus Mus juga menyoroti sikap orang yang merasa amalnya sudah cukup untuk menjamin keselamatan di akhirat. Misalnya, ketika seseorang rajin shalat sunnah dan puasa sunnah, lalu merasa pasti masuk surga.
“Itu namanya mengandalkan amal. Ia merasa pasti masuk surga,” ujar Gus mus.