Peserta juga akan mengikuti manasik haji untuk pelajar, tabligh akbar dengan pendekatan kultural Daway (Dakwah Wayang), hingga Grand Opening Final Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) MAJT tingkat nasional.
Salah satu agenda terbesar dalam rangkaian ini adalah khatmil Qur’an dan doa massal yang akan diikuti sekitar 6.000 siswa SD hingga SMA/SMK se-Kota Semarang. Momentum ini menjadi simbol kebersamaan, spiritualitas kolektif, sekaligus penguatan nilai-nilai Qur’ani di kalangan pelajar.
Munir berharap melalui Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 akan lahir generasi Rohis yang beriman, berakhlak mulia, moderat, cinta lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.
“Semangat Ramadan adalah cinta, pembelajaran, dan transformasi diri. Dari sinilah kita menanam benih generasi Indonesia yang lebih beradab,” pungkasnya. (ivan)