Kementerian Agama Hadirkan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 di Semarang, Fokus Penguatan Iman dan Karakter Pelajar

bumi pesantren | 03 Maret 2026 16:05

Kementerian Agama Hadirkan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 di Semarang, Fokus Penguatan Iman dan Karakter Pelajar
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026. (dok kemenag)

SEMARANG, PustakaJC.coKementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam menggelar Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), 4–7 Maret 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama pengelola MAJT dan Universitas Dian Nuswantoro.

 

Mengusung tema “Ramadan Penuh Cinta”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang penguatan iman, ilmu, dan karakter bagi pengurus Rohis serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Semarang. Dilansir dari kemenag.go.id, Selasa, (3/3/2026).

 

Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menegaskan bahwa Pesantren Ramadan Rohis Indonesia bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi wadah pembinaan generasi muda yang menyentuh dimensi spiritual dan sosial secara seimbang.

 

“Ramadan adalah madrasah ruhani. Melalui Pesantren Ramadan Rohis Indonesia, kami ingin membantu pelajar memaksimalkan ibadah, mempererat ukhuwah, menumbuhkan kebiasaan baik, serta membangun karakter mulia sesuai teladan Rasulullah SAW,” ujar Munir.

 

 

 

Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti sejumlah agenda yang menyentuh aspek spiritual, intelektual, sosial, hingga kepedulian lingkungan.

 

Kegiatan tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an, khatmil Qur’an, dan salat tarawih berjamaah. Peserta juga akan mengikuti kajian Islam Ramadan serta kajian kitab kuning untuk memperdalam pemahaman keagamaan.

 

Tak hanya itu, materi ekonomi syariah untuk pelajar akan digelar bersama Bank Indonesia. Ada pula program Pemberdayaan Wakaf Goes to School dan sosialisasi wakaf di 17 sekolah di Kota Semarang sebagai bentuk literasi keuangan syariah sejak dini.

 

Untuk penguatan wawasan kebangsaan dan keberagaman, panitia menghadirkan sharing session Gen-Z dan moderasi beragama. Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon bertajuk ekoteologi.

 

 

 

Peserta juga akan mengikuti manasik haji untuk pelajar, tabligh akbar dengan pendekatan kultural Daway (Dakwah Wayang), hingga Grand Opening Final Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) MAJT tingkat nasional.

 

Salah satu agenda terbesar dalam rangkaian ini adalah khatmil Qur’an dan doa massal yang akan diikuti sekitar 6.000 siswa SD hingga SMA/SMK se-Kota Semarang. Momentum ini menjadi simbol kebersamaan, spiritualitas kolektif, sekaligus penguatan nilai-nilai Qur’ani di kalangan pelajar.

 

Munir berharap melalui Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 akan lahir generasi Rohis yang beriman, berakhlak mulia, moderat, cinta lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.

 

“Semangat Ramadan adalah cinta, pembelajaran, dan transformasi diri. Dari sinilah kita menanam benih generasi Indonesia yang lebih beradab,” pungkasnya. (ivan)