SURABAYA, PustakaJC.co – Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat konten digital, termasuk materi dakwah, semakin mudah diproduksi dengan tampilan yang menyerupai manusia. Di tengah fenomena tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai seluruh informasi keagamaan yang dihasilkan AI tanpa melakukan verifikasi.
AI Skills Director for Indonesia Microsoft Elevate, Arief Suseno, mengatakan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan pemahaman mendalam terhadap suatu bidang (domain expertise) menjadi kunci utama untuk mengenali apakah informasi yang dihasilkan AI benar atau justru mengandung kekeliruan.
Menurutnya, seseorang yang memiliki pengetahuan kuat pada bidang tertentu akan lebih mudah menemukan kesalahan dalam konten AI, termasuk materi keagamaan yang beredar di media sosial.