Puasa Asah Empati, Menag Ajak Jaga Nilai Ramadan Usai Lebaran

bumi pesantren | 22 Maret 2026 16:27

Puasa Asah Empati, Menag Ajak Jaga Nilai Ramadan Usai Lebaran
Menag Nasaruddin Umar. (dok menag)

JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat empati dan kepedulian sosial, bukan sekadar perayaan usai menunaikan ibadah puasa Ramadan.

 

Dalam pesan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang disampaikan di Jakarta, Jumat (20/3/2026), Menag menegaskan bahwa puasa memiliki makna lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Dilansir dari kemenag.go.id, Minggu, (22/3/2026).

 

“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” ujarnya.

 

 

Ia menjelaskan, gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual. Kemenangan itu, menurutnya, terletak pada kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” tegasnya.

 

Menag juga mengingatkan bahwa Idulfitri harus dimaknai sebagai titik awal untuk terus menebar kebaikan. Keberkahan, katanya, hanya akan hadir pada hati yang terbuka dan pada mereka yang aktif memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

 

 

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan semangat Ramadan memudar setelah Hari Raya. Nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian sosial yang telah dilatih selama sebulan penuh perlu dijaga secara konsisten.

 

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,” pungkas Menag. (ivan)