SURABAYA, PustakaJC.co – KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa bulan Syawal bukan sekadar penutup Ramadan, tetapi menjadi titik awal peningkatan kualitas dzikir dan amal ibadah umat Islam.
Menurut Rais Aam PBNU tersebut, makna Syawal sendiri adalah “peningkatan”. Karena itu, umat Islam diminta tidak kembali pada kebiasaan lama setelah sebulan ditempa ibadah di bulan Ramadan. Dilansir dari nu.or.id, Rabu, (1/3/2026).
“Syawal itu bulan peningkatan. Harus meningkat, jangan kayak kemarin,” tegasnya.