SURABAYA, PustakaJC.co - Langkah strategis mulai dirancang. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur bersama para pengusaha NU sepakat memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan potensi ekonomi warga Nahdliyin hingga menembus pasar internasional.
Pertemuan yang dipimpin Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz ini digelar di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa, (31/3/2026). Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya KH Nur Jazuli, KH Noor Shodiq Askandar, serta HM Hakim Jaily. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (3/4/2026).
Pertemuan tersebut juga dihadiri beragam pelaku usaha NU dari berbagai daerah, mulai dari sektor minyak ikan nabati dan kolagen asal Banyuwangi, spirulina dari Sidoarjo, hingga produk abon Madura dan pupuk alami dari Pasuruan. Selain itu, hadir pula inovator produk, LPNU, LPPNU, serta kreator film.
Dalam forum itu, Gus Kikin menekankan pentingnya menangkap peluang kerja sama internasional, khususnya di bidang pangan, menyusul pertemuannya dengan perwakilan Jepang.
“NU harus mengambil peluang itu dan mengembangkannya dalam bentuk lain. Bisa saja dibentuk asosiasi yang mempersatukan bidang usaha NU agar market masyarakat NU dapat dimaksimalkan,” ujar Gus Kikin.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret. Salah satunya adalah rencana penerbitan e-katalog produk hasil produksi warga NU, sekaligus penguatan distribusi melalui jaringan PCNU yang akan dikembangkan dengan konsep Multi Level Marketing (MLM).
Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Noor Shodiq Askandar, menegaskan bahwa kekuatan NU terletak pada potensi besar sumber daya manusia dan alam yang dimiliki.
“Kita memanfaatkan semua yang kita punya, baik SDM maupun sumber daya alam di NU untuk kemajuan usaha di NU,” tegasnya.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa NU tak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga serius membangun kemandirian ekonomi. Jika terkelola dengan tepat, jaringan besar NU berpotensi menjadi kekuatan pasar yang signifikan, bahkan hingga level global.