Ia bahkan menegaskan akan turun langsung dalam proses penyusunan pejabat dan pemetaan talenta. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan arah kebijakan sejak awal pembentukan Ditjen Pesantren.
“Dalam penyusunan pejabat atau bidik talenta di Ditjen Pesantren, saya harus ikut. Karena saya sudah terlibat hingga terbentuknya Ditjen Pesantren,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar tidak ada praktik “permainan” dalam pengangkatan pejabat. Menurutnya, tata kelola yang bersih menjadi kunci utama membangun kepercayaan publik.
“Saya ingin Ditjen Pesantren ini clean, tidak ada permainan dalam pengangkatan pejabat di dalamnya,” ujarnya.