SURABAYA, PustakaJC.co — Pelaksanaan ibadah haji 2026 menghadirkan inovasi baru dalam peningkatan layanan jemaah. Salah satu terobosan tersebut adalah pembagian sekaligus aktivasi Kartu Nusuk yang kini dilakukan sejak di embarkasi, sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Rabu, (15/4/2026).
“Tahun ini kartu sudah langsung diaktivasi di embarkasi, sehingga ketika tiba di Arab Saudi, jemaah bisa langsung menggunakannya tanpa harus menunggu proses distribusi,” ujarnya, Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, rabu, (15/4/2026).
Langkah ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana Kartu Nusuk baru diterima jemaah setibanya di Tanah Suci. Dengan sistem baru ini, seluruh proses administrasi dan layanan jemaah diharapkan menjadi lebih cepat, tertib, dan terintegrasi sejak dari Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Asadul Anam, menjelaskan bahwa Kartu Nusuk merupakan identitas resmi yang wajib dimiliki setiap jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Kartu Nusuk sendiri telah terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah Arab Saudi. Di dalamnya tersimpan berbagai data penting jemaah, mulai dari identitas pribadi, lokasi penginapan, hingga nomor kamar serta akses layanan ibadah.
Tidak hanya berfungsi sebagai identitas, kartu ini juga menjadi alat kendali untuk mengakses berbagai lokasi penting selama pelaksanaan ibadah haji, seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dengan aktivasi yang dilakukan sejak di tanah air, pemerintah berharap pengawasan dan pelayanan terhadap jemaah dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, kebijakan ini juga diyakini mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan tertib. (frcn)